Sclerotherapy

Home About Us Aptos/Happy Lift Bleaching Vit. C Blog Capit Lemak Contact FAQ Foto Alat Foto Pasien Guest Book Implant Biofibre Laser Nd:YAG Map Setrika Wajah(RF) Rekor Penurunan BB Sclerotherapy Slide Show Testimony V Thread Lift

Sclerotherapy adalah menyuntikkan langsung zat sclerosant ke dalam vena varikosa untuk menghilangkan vena varikosa kecil sampai medium dengan mengubah dinding vena varicose menjadi buluh fibrotik sehingga terjadi oklusi permanent.

Jika anda mempunyai varises di betis yang diameternya kurang dari 4 mm, dapat dihilangkan dengan sclerotherapy, menggunakan suntikan cairan sclerosing agent.

Teknik Penyuntikan Skleroterapi :

Sudut antara jarum dan permukaan vena < 30o (atau bengkokan ujung jarum 30 G) sehingga arah jarum sejajar permukaan pembuluh vena.  Suntikan sampai timbul pucat-keputihan.

Tekan dengan penekan vena dan  kasa.

Balut dengan elastic Verband CCL2 dari paha sampai tumit. 

Persiapan:

  1. Infuse set
  2. Cairan infuse
  3. Adrenalin / corticosteroid (ad 1 s/d 3 untuk antisipasi shock)
  4. Abocath
  5. Three way stop cock (pembuat foam): harus steril
  6. Disposible syringe 1 cc, 3 cc, 5 cc.  Needle 27G / 30 G
  7. Wing needle (untuk vena panjang)
  8. Kasa dan karet
  9. Sarung tangan
  10. Elastic bandage 4 inci (CCL 2).
  11. Penekan vena (gabus dsb)

Indikasi :

  1. Kosmetik : teleangiektasi / vena varicose
  2. Non Kosmetik.
    1. Perubahan kulit atau jaringan subkutan : Lipodermatosclerosis, atrofi blanche, ulkus, hiperpigmentasi
    2. Varises berdarah, truncal varices, adanya peningkatan varises.

Kontraindikasi:

  1. Hamil
  2. DM
  3. Kelainan jantung
  4. Hepatitis/AIDS/selulitis dll
  5. Gangguan sirkulasi
  6. Vena dengan axial reflux (di atas lutut) atau vena dengan reflux dari greater atau lesser saphenous junction misal sapheno-femoral dan sapheno-popliteal junctions.
  7. Letak di wajah. Jangan dilakukan di wajah sebab efek samping hiperpigmentasinya malah  lebih tak disukai.
  8. Inkompeten Vena Dalam yang berarti. SFJ dan SPJ incompetence
  9. Truncal vein / Vena varikosa Ø > 4 mm → phlebectomy
  10. DVT (Deep Venous Thrombosis)
  11. Pemakaian antikoagulan
  12. Obesitas → sulit mencari vena perforantes → sulit ditekan.
  13. Daerah yang sulit ditekan.
  14. Kurang mobilitas.
  15. Menyusui.
  16. Riwayat Thrombophilia

Gambar injeksi dengan canula ke dalam vena besar menggunakan liquid dan foam sclerosant.

Definisi: Sclerotherapy adalah menyuntikkan langsung zat sclerosant ke dalam vena varikosa untuk menghilangkan vena varikosa kecil sampai medium dengan mengubah dinding vena varicose menjadi buluh fibrotik sehingga terjadi oklusi permanent.

Foto Sebelum dan Sesudah Sclerotherapy(Skleroterapi)

5885

Tipe vena varikosa

Dosis maksimal: 3 % STS = 4 cc per hari. 3% polydocanol = 2 ampul

Menyuntikkan sclerosant sesuai gambar yang dibuat.

SCLEROTHERAPY

-         Standard Sclerotherapy: Polydocanol atau STS (Sodium Tetradecyl Sulfate)

-         Foam Sclerotherapy: campuran udara dan Polydocanol atau STS (Sodium Tetradecyl Sulfate) hanya untuk vena berukuran besar.

-         Kompresi segera selama 2-4 minggu. Makin besar vena makin lama kompresi.

-         Hasil baik.

-         Untuk Teleangiectasia dan Vena reticular cukup Standard Sclerotherapy, tak perlu Foam Sclerotherapy.

 

Egoujorleach (Berlin) dan New Haven (Conecticut) 1944 menganjurkan teknik blok udara (air block technique) bahkan blok  busa agar membawa zat sclerosant  kontak langsung tanpa diencerkan  dengan endotel vena.

Efek Samping:

  • Gatal, bengkak, nyeri
  • Pembekuan darah atau trombosis
  • Perubahan warna kulit
  • Tromboflebitis
  • Nekrosis kulit
  • Skar
  • Alergi

Foam Sclerotherapy

  • L. Tessari menggunakan  three way tap technique th 2000. Larutan zat sclerosant  yaitu Polydocanol (Aethoxysklerol™) atau STS (Sodium Tetradecyl Sulfate) dibuat menjadi busa dengan cara mencampurkannya dengan sejumlah udara menggunakan three way stopcock.
    • ↑ kontak antara zat sclerosant dengan vena
    • ↓ pengenceran (dilusi) dari sclerosant
  • Mengurangi efek samping
  • Pengobatan yang dibutuhkan lebih sedikit.
  • Hasil keseluruhan lebih baik.
 

Teknik:

1.      Sebelum injeksi:

·        Gambar vena saat berdiri (agar lokasi tak hilang saat berbaring).

·        Anestesi local

·        Doppler USG untuk visualisasi vena.

2.      Saat injeksi (posisi berbaring):

  • Ikat bagian proksimal vena varikosa dengan karet agar vena menonjol.
  • Suntikan Aethoxysklerol 0,2 – 0,5 % ke dalam vena varikosa.
  • Injeksi sangat perlahan: 10- 15 detik tiap injeksi tiap 0,1-0,2 cc sampai timbul warna putih-pucat.
  • Injeksi dalam posisi berbaring (bukan berdiri)
  • Pembuluh vena yang lebih besar disuntikkan lebih dulu.
  • Vena > 5 mm: harus ditekan segera dan dipertahankan setelah injeksi tanpa terhenti menggunakan bola kapas/kasa/karet busa dan di-plaster di atasnya dengan hypoallergenic tape. Tujuannya sisi dinding dalam vena dan zat slerosant saling menempel sehingga endotel (dinding dalam) vena rusak dan saling melekat.
  • Satu suntikan tiap 1 inci. Umumnya 5 – 40 suntikan.
  • Dapat diulang setelah 4 – 6 minggu.
  • Sembuh setelah 2 minggu – 2 bulan.
  • Dapat kambuh setelah 1-5 tahun.

3.      Setelah injeksi:

·        Balut tekan (compression) dengan elastic bandage (stocking) langsung tanpa terputus. Mungkin kulit di atas vena yang disuntikkan di urut untuk menyebarkan zat sklerosant dan mengurangi bengkak. Pembalutan harus kuat agar vena yang disuntik tak dimasuki darah kembali. Balutan di sebelah distal harus lebih kuat dp proximal.

·        Gerakkan kaki perlahan tapi jangan olah raga berat.

 

Dosis maksimal:

  • 3 % STS = 4 cc per hari
  • Polydocanol =2 mg/kg/hari--> Jika BB 60 kg, dosis maksimal Polydocanol 3% = 120 mg (= 4 cc) per hari.
  • 5 % Polydocanol yang dicampur dg udara (1: 3 ) = 16 cc per hari

Volume total busa = 20 cc/hari tanpa memandang pengenceran sklerosant : udara untuk STS ataupun Polydocanol.

Klinik Kecantikan Dr. Ubeta A.

Cara membuat busa dengan 3 way.